Element Pasif dan Rangkain Listrik 2
Element Pasif dan Rangkain Listrik 2
contoh soal dan pembahasan
Ø Konversikan “Y” menjadi “Δ” ekivalensinya, karena resistor yang tersambung “Y” memiliki nilai-nilai yang sama. Ekivalen “Δ” nya akan memiliki nilai-nilai resistor sebesar
Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
1. Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan sebuah Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω
Jawab :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Jadi, nilai Arus Listrik (I) yaitu 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere

Contoh Hukum Kirchoff 2
contoh soal dan pembahasan rangkaian kompleks,hukum
ohm, kirhcoff 1 dan 2, elemen aktif dab pasif, resistor, konduktor,dan induktor
contoh soal dan pembahasan
1.RANGKAIAN LISTRIK KOMPLEKS DAN PENYEDERHANAANYA
Jawab:Bila kita melihat resistor R1, R2, dan R3 sebagai suatu
rangkaian Δ (pada rumus berturut-turut Rab, Rac, dan Rbc) dan ingin
menggantinya dengan rangkaian Y, kita bisa
mengubah rangkaian jembatan ini menjadi rangkaian yang lebih sederhana yaitu
rangkaian seri-paralel:
Sekarang kita telah mendapatkan rangkaian yang lebih sederhana. Kita bisa
menganalisa rangkaian ini menggunakan aturan seri-paralel:
Serikan rangkaian RB dan R4 serta rangkaian Rc dan R5
RS1 = RB + R4
= 2Ω + 3Ω = 5 Ω
RS2 = RC + R5 = 3Ω + 12Ω = 15 Ω
sehingga terbentuk rangkaian seperti ini:
Ø Selanjutnya, hambatan RS1 dan RS2 di paralelkan
Dan terbentuk rangkaian seri seperti ini :
1. Ø Dan rangkaian diatas dihitung secara seri
menjadi RT
RT = RA + RP
=
6 + 3 = 9 Ω
Ø Lalu, hitung I dengan menggunakan hukum Ohm
2. Rangkaian pada gambar dibawah ini,
hitung RT, dan I.
Ø Konversikan “Y” menjadi “Δ” ekivalensinya, karena resistor yang tersambung “Y” memiliki nilai-nilai yang sama. Ekivalen “Δ” nya akan memiliki nilai-nilai resistor sebesar
Selanjutnya, kita paralel kan 15Ω // 45Ω, 20Ω // 45Ω serta 45Ω // 10Ω
Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
Ø Kita lihat bahwa sisi yang dihasilkan “Δ” adalah susunan
paralel, sehingga nilai total resistansinya dapat dihitung dengan mudah
Ø Sehingga nilai arusnya adalah
2. Perhatikan rangkaian dibawah ini!
Hitunganlah R1,R2, dan R3dan arus yang mengalir
pada rangkaian tersebut Diket :
V = 24 Volt
Ra = 20 Ω
Rb = 30 Ω
Rc = 50 Ω
R4 = 20 Ω
R5 = 25 Ω
Ditanya:
a. Berapakah nilai R1,R2, dan R3……?
b. RTotal ….. ?
c. ITotal ….. ?
Jawab:
Ø Mencari R1,R2, dan R3
Transformasikan dari rangkaian segitiga (Ra, Rb, dan Rc) ke rangkaian bintang
(R1, R2, dan R3), maka rangkaian akan seperti ini:
Ø Mencari hambatan total (RTotal)
Ø Mencari hambatan total (RTotal)
Ø Tahap 1
RS1 = R2 + R4
= 10Ω + 20Ω = 30 Ω
RS2 = R1 + R5
= 15Ω + 25Ω = 40 Ω
Tahap 3
RTotal = R3 + Rp
RTotal = 6 + 17,142
RTotal = 23,142 Ω
RTotal = R3 + Rp
RTotal = 6 + 17,142
RTotal = 23,142 Ω
2.Contoh Soal Hukum Ohm
1. Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan sebuah Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω
Jawab :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Jadi, nilai Arus Listrik (I) yaitu 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Contoh Hukum Kirchoff 1
Pertanyaan: Berapakah I4?
Jawab:
Dari gambar rangkaian yang diberikan diatas, belum diketahui apakah arus I4
adalah arus masuk atau keluar. Oleh karena itu, kita perlu membuat asumsi awal,
misalnya kita mengasumsikan arus pada I4 adalah arus keluar.
Jadi arus yang masuk adalah :
Arus yang keluar adalah :
I1 + I4 = 5 + I4
3 = 5 + I4
I4 = 3 – 5
I4 = -2
Karena nilai yang didapatkan adalah nilai negatif, ini berbeda dengan
asumsi kita sebelumnya, berarti arus I4 yang sebenarnya adalah arus masuk.
Contoh Hukum Kirchoff 2
Diketahui
Berakah arus yang melewati resistor R3 ?
Penyelesaian:
Terdapat 3 percabangan, 2 titik, dan 2 loop bebas (independent).
Gunakan Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus Kirchhoff) untuk persamaan pada titik
A dan titik B
Contoh soal resistor
1. Diketahui R1 = 2 Ω dan R2 = 4 Ω tersusun seri.
Berapa nilai resistor pengganti ? (Ω = Ohm).
Pembahasan
R = R1 + R2 = 2 + 4 = 6 Ω.
Nilai hambatan pengganti lebih besar daripada nilai masing-masing resistor
yang terangkai seri.
2. R1 = 1 Ω, R2 = 2 Ω, R3 = 3 Ω. Nilai resistor
pengganti adalah…..
Pembahasan
R = R1 + R2 + R3 = 1 + 2 + 3 = 6 Ω.
3. R1 = 4 Ω, R2 = 2 Ω, V = 12 Volt. Tentukan (a) Nilai
resistor pengganti (b) Arus listrik yang mengalir pada rangkaian (c) Arus
listrik yang melewati resistor R2
Pembahasan
(a) Resistor pengganti
R = R1 + R2 = 4 + 2 = 6 Ω.
(b) Arus listrik
I = V / R = 12 volt / 6 Ω = 2 volt/Ω = 2 Ampere
(c) Arus listrik yang melewati resistor R2
Menurut hukum I Kirchhoff, tidak ada titik cabang sehingga arus listrik
yang melewati R1 = arus listrik yang melewati R2 = arus listrik yang
melewati rangkaian = 2 Ampere.
4. R1 = 2 Ω, R2 = 4 Ω, R3 = 6 Ω, R4 = 8 Ω, V
= 12 Volt. Tentukan (a) Nilai resistor pengganti (b) Arus listrik yang mengalir
pada rangkaian (c) Arus listrik yang mengalir melalui resistor R2 (d)
Tegangan listrik pada kedua ujung resistor R4.
contoh soal elemen aktif dan pasif
Penyelesaian:
Berdasarkan prosedur KVL, gambar
rangkaiannya menjadi
Persamaan rangkaiannya ditulis dengan
– I R1 – E1 – I R2 – I R3 + E2 = 0
E2 – E1 = I R1 + I R2 + I R3
apabila diketahui nilai E2 = 6 V, E1 = 4 V, R1= 10 Ω, R2 = 8 Ω, dan R3 = 12 Ω,
berapakah arus yang mengalir pada rangkaian?
Penyelesaian:
Dari persamaan yang diperoleh, kita tulis
E2 – E1 = I R1 + I R2 + I R3
E2 – E1 = I (R1 + R2 + R3)
I = (E2 – E1) / (R1 + R2 + R3)
I = (6 – 4) V / (10 + 8 + 12) Ω
I = 2 / 30 A
I = 0,067 A
I = 67 mA
Sehingga kita dapatkan arus yang mengalir pada rangkaian sebesar 67 mA
Penyelesaian:
Dari persamaan yang diperoleh, kita tulis
E2 – E1 = I R1 + I R2 + I R3
E2 – E1 = I (R1 + R2 + R3)
I = (E2 – E1) / (R1 + R2 + R3)
I = (6 – 4) V / (10 + 8 + 12) Ω
I = 2 / 30 A
I = 0,067 A
I = 67 mA
Sehingga kita dapatkan arus yang mengalir pada rangkaian sebesar 67 mA





Komentar
Posting Komentar