Element Pasif dan Rangkain Listrik 2

Element Pasif dan Rangkain Listrik 2



Top of Form
Bottom of Form
contoh soal dan pembahasan rangkaian kompleks,hukum ohm, kirhcoff 1 dan 2, elemen aktif dab pasif, resistor, konduktor,dan induktor


contoh soal dan pembahasan




1.RANGKAIAN LISTRIK KOMPLEKS DAN PENYEDERHANAANYA






Jawab:Bila kita melihat resistor R1, R2, dan R3 sebagai suatu rangkaian Δ (pada rumus berturut-turut Rab, Rac, dan Rbc) dan ingin menggantinya dengan rangkaian Y, kita bisa mengubah rangkaian jembatan ini menjadi rangkaian yang lebih sederhana yaitu rangkaian seri-paralel:




       
Sekarang kita telah mendapatkan rangkaian yang lebih sederhana. Kita bisa menganalisa rangkaian ini menggunakan aturan seri-paralel:


Serikan rangkaian RB dan R4 serta rangkaian Rdan R5
RS1 = RB + R4
        = 2Ω + 3Ω = 5 Ω
RS2 = RC + R5  = 3Ω + 12Ω = 15 Ω
sehingga terbentuk rangkaian seperti ini: 


Ø  Selanjutnya, hambatan RS1 dan RS2 di paralelkan


Dan terbentuk rangkaian seri seperti ini :


1.    Ø  Dan rangkaian diatas dihitung secara seri menjadi RT
                        RT = R + RP
                               = 6 + 3 = 9 Ω
Ø  Lalu, hitung I dengan menggunakan hukum Ohm


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfufMfqUkrjnWfuVR29Vn59SwMa76XHRy-PDilgC5hCGvKx-U3btReyRqV6Wz6r4nPCg9jG9pzojH8CRdGCOUPq0_9s6nF3i0gB6jYnmG_IqOdIrkil_iIEPoPxSrJQcPSRMS1UBJRSitF/s1600/download3.pnghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfufMfqUkrjnWfuVR29Vn59SwMa76XHRy-PDilgC5hCGvKx-U3btReyRqV6Wz6r4nPCg9jG9pzojH8CRdGCOUPq0_9s6nF3i0gB6jYnmG_IqOdIrkil_iIEPoPxSrJQcPSRMS1UBJRSitF/s1600/download3.pnghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbVNlDbhn6RteRYAu8Wt62BkSYd67yw1GM4GFoATiIwNJjkxQxEnOPFISS-K6THeSA4NQN6pCN1IWl6uV2QZx1nzDu7Vg2VbfPBtt15KrFqoeFoU_6PO_SXg1th_Kp-Rzo0GFFQJ5e4n4f/s1600/download11.png




2.      Rangkaian pada gambar dibawah ini, hitung RT, dan I.








Ø  Konversikan “Y” menjadi “Δ” ekivalensinya, karena resistor yang tersambung “Y” memiliki nilai-nilai yang sama. Ekivalen “Δ” nya akan memiliki nilai-nilai resistor sebesar



Selanjutnya, kita paralel kan 15Ω // 45Ω, 20Ω // 45Ω serta 45Ω // 10Ω 


Sehingga rangkaiannya menjadi gambar di bawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9XIN3ytOCLKv6v32r5a356Gc7VYIVUZqYyh-MKVKky4l_4KIq3gf0V5e1mdzjYBOdFxJBSgnN8hyphenhyphenqEbh8W2FrvafF-sJZUvvOjalRcQNnTPr8DnR3_ri4svqpp6Kiw99unDv1oIvrtqfJ/s320/download16.png


Ø  Kita lihat bahwa sisi yang dihasilkan “Δ adalah susunan paralel, sehingga nilai total resistansinya dapat dihitung dengan mudah


Ø  Sehingga nilai arusnya adalah


2.      Perhatikan rangkaian dibawah ini!


Hitunganlah R1,R2, dan R3dan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut Diket :
V = 24 Volt
Ra = 20 Ω
Rb = 30 Ω
Rc = 50 Ω
R4 = 20 Ω
R5 = 25 Ω
Ditanya:
a.       Berapakah nilai R1,R2, dan R3……?
b.     RTotal ….. ?
c.      ITotal ….. ?
Jawab:
Ø  Mencari R1,R2, dan R3

Transformasikan dari rangkaian segitiga (Ra, Rb, dan Rc) ke rangkaian bintang (R1, R2, dan R3), maka rangkaian akan seperti ini:
Ø  Mencari hambatan total (R
Total)
Ø Tahap 1
RS1 = R2 + R4
        = 10Ω + 20Ω = 30 Ω
RS2 = R1 + R5
        = 15Ω + 25Ω = 40 Ω



Tahap 3
R
Total = R3 + Rp
R
Total = 6 + 17,142
R
Total = 23,142 Ω






2.Contoh Soal Hukum Ohm

1. Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan sebuah Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω
Jawab :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Jadi, nilai Arus Listrik (I) yaitu 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere


Contoh Hukum Kirchoff 1





Pertanyaan: Berapakah I4?
Jawab:
Dari gambar rangkaian yang diberikan diatas, belum diketahui apakah arus I4 adalah arus masuk atau keluar. Oleh karena itu, kita perlu membuat asumsi awal, misalnya kita mengasumsikan arus pada I4 adalah arus keluar.
Jadi arus yang masuk adalah :
Description: https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/11/Contoh-Hukum-Kirchoff-1-2.png
Arus yang keluar adalah :
I1 + I4 = 5 + I4
3 = 5 + I4
I4 = 3 – 5
I4 = -2
Karena nilai yang didapatkan adalah nilai negatif, ini berbeda dengan asumsi kita sebelumnya, berarti arus I4 yang sebenarnya adalah arus masuk.

Contoh Hukum Kirchoff 2


Diketahui
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtXhkcc6seF-eSS_hulvKNjRWOs49jA7H2x06uJgPG7Yxqms0U9k1Ob4U5Sm2RHNjxMLjwq_xg4ydlaqVAEcIqDFGWUdN-_REA9QLbPYK3MuuUf3p1k670fErf-IBhWdu1g5niaRpT4jns/s1600/2.png

Berakah arus yang melewati resistor R3 ?
Penyelesaian:
Terdapat 3 percabangan, 2 titik, dan 2 loop bebas (independent).
Gunakan Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus Kirchhoff) untuk persamaan pada titik A dan titik B



Contoh soal resistor

1. Diketahui R1 = 2 Ω dan R2 = 4 Ω tersusun seri. Berapa nilai resistor pengganti ? (Ω = Ohm).
Pembahasan
R = R1 + R2 = 2 + 4 = 6 Ω.
Nilai hambatan pengganti lebih besar daripada nilai masing-masing resistor yang terangkai seri.
2. R1 = 1 Ω, R2 = 2 Ω, R3 = 3 Ω. Nilai resistor pengganti adalah…..





Pembahasan

R = R1 + R2 + R3 = 1 + 2 + 3 = 6 Ω.
3. R1 = 4 Ω, R2 = 2 Ω, V = 12 Volt. Tentukan (a) Nilai resistor pengganti (b) Arus listrik yang mengalir pada rangkaian (c) Arus listrik yang melewati resistor R2
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMLpc7D2zSYLaU5EkGZAxo_lo6C9T-2DR9Hk-QUXvhFnXVOmzpK9JSKHf0kw6Q7gwJnnGy-c6_21I_yb-Gz8s2B6EJBmpwYvmqfrDy-58Q98XSsHa2m9s4JVDwFIavgICJSNCpHRz7jfp2/s1600/3.png


Pembahasan

(a) Resistor pengganti
R = R1 + R2 = 4 + 2 = 6 Ω.
(b) Arus listrik
I = V / R = 12 volt / 6 Ω = 2 volt/Ω = 2 Ampere
(c) Arus listrik yang melewati resistor R2
Menurut hukum I Kirchhoff, tidak ada titik cabang sehingga arus listrik yang melewati R1 = arus listrik yang melewati R2 = arus listrik yang melewati rangkaian = 2 Ampere.

4. R1 = 2 Ω, R2 = 4 Ω, R3 = 6 Ω, R4 = 8 Ω, V = 12 Volt. Tentukan (a) Nilai resistor pengganti (b) Arus listrik yang mengalir pada rangkaian (c) Arus listrik yang mengalir melalui resistor R2 (d) Tegangan listrik pada kedua ujung resistor R4.


contoh soal elemen aktif dan pasif




Penyelesaian:

Berdasarkan prosedur KVL, gambar rangkaiannya menjadi





Persamaan rangkaiannya ditulis dengan

– I R1 – E1 – I R2 – I R3 + E2 = 0

E2 – E1 = I R1 + I R2 + I R3


apabila diketahui nilai E2 = 6 V, E1 = 4 V, R1= 10 Ω, R2 = 8 Ω, dan R3 = 12 Ω, berapakah arus yang mengalir pada rangkaian?

Penyelesaian:
Dari persamaan yang diperoleh, kita tulis
E
2 – E1 = I R1 + I R2 + I R3
E
2 – E1 = I (R1 + R2 + R3)
I = (E
2 – E1) / (R1 + R2 + R3)
I = (6 – 4) V / (10 + 8 + 12) Ω
I = 2 / 30 A
I = 0,067 A
I = 67 mA
Sehingga kita dapatkan arus yang mengalir pada rangkaian sebesar 67 mA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemampuan Hantar Arus (KHA) Kabel Listrik

Kontaktor

Keselamatan Kerja Dalam Kelistrikan